Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh film animasi pendek berjudul Monokrom terhadap persepsi mahasiswa Produksi Media Universitas Indonesia mengenai pengidap depresi. Latar belakang penelitian ini dilandasi oleh minimnya representasi gangguan jiwa, khususnya depresi dan pikiran untuk bunuh diri, dalam film animasi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pretest-posttest dengan satu kelompok. 95 mahasiswa mengisi kuesioner Beliefs Toward Mental Illness Scale (BMI) sebelum dan sesudah menonton film animasi. Hasil uji-t berpasangan menunjukkan penurunan skor yang signifikan (p < 0,001) pada semua item, dengan ukuran efek yang sangat besar (Cohen’s d antara 1,9–2,5), menandakan perubahan persepsi ke arah yang lebih positif. Temuan ini menunjukkan bahwa animasi efektif digunakan sebagai media edukasi untuk mengurangi stigma dan meningkatkan pemahaman tentang gangguan jiwa.
This study examines the effectiveness of animated media in changing negative perceptions of mental illness. Using a one-group pretest-posttest design, 95 university students completed the Beliefs Toward Mental Illness Scale (BMI) before and after viewing an animated film. Paired samples t-tests revealed a significant reduction in scores (p < 0.001) across all items, with very large effect sizes (Cohen’s d between 1.9–2.5), indicating a shift toward more positive beliefs. These findings suggest that animation is an effective educational tool for reducing stigma and improving understanding of mental illness.