Proses investigasi dalam peristiwa kecelakaan lalu lintas diperlukan agar faktor penyebab kecelakaan dapat diidentifikasi. Proses investigasi seringkali melibatkan memori saksi mata dari peristiwa kecelakaan lalu lintas. Memori ini sangat dipengaruhi oleh budaya, tempat dimana individu disosialisasikan yang membentuk kecenderungan independen atau interdependen dalam berinteraksi dengan orang lain dan lingkungannya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh background context dan generasi terhadap memori mengenai peristiwa kecelakaan lalu lintas pada masyarakat wilayah perdesaan di Indonesia. Penelitian ini merupakan studi eksperimental dengan mixed design 2 (background context: latar belakang perkotaan vs latar belakang perdesaan) x 2 (generasi: generasi X vs generasi Z), dengan background context sebagai within-subject factor dan generasi sebagai between-subject factor. Partisipan merupakan generasi X (N = 40) dan generasi Z (N = 40) yang berusia lebih dari 18 tahun dan tinggal di Kabupaten Pekalongan selama minimal 8 tahun. Memori partisipan diukur melalui recall dan recognition task yang menghasilkan detail informasi terkait kecelakaan lalu lintas dalam tiga kategori: focal object, context relevant, dan context irrelevant. Hasil penelitian ini tidak menemukan adanya pengaruh yang signifikan dari background context terhadap memori pada ketiga kategori detail informasi. Penelitian ini juga tidak menemukan adanya pengaruh yang signifikan dari generasi terhadap memori pada ketiga kategori informasi. Lebih lanjut, tidak ditemukan interaksi antara background context dan generasi terhadap memori pada ketiga kategori informasi. Temuan ini dapat menjadi pertimbangan pihak kepolisian untuk menciptakan suasana investigasi yang kondusif dan minim distraksi agar membantu individu untuk lebih fokus pada objek utama dari kejadian kecelakaan lalu lintas, serta mengurangi kemungkinan munculnya informasi yang tidak relevan.
The investigation process in traffic accidents is essential to identify the contributing factors. This process often relies on eyewitness memory of the accident. Such memory is strongly influenced by the culture in which individuals are socialized, shaping their tendency toward independence or interdependence in interactions with others and their environment. This study aims to examine the influence of background context and generational differences on memory of traffic accident events among rural communities in Indonesia. It is an experimental study using a mixed design 2 (background context: urban vs. rural) x 2 (generation: Generation X vs. Generation Z), with background context as a within-subject factor and generation as a between-subject factor. Participants were Generation X (N = 40) and Generation Z (N = 40) individuals aged over 18 who had lived in Pekalongan Regency for at least eight years. Participants' memory was assessed using recall and recognition tasks, generating detailed information about the accident in three categories: focal object, context relevant, and context irrelevant. The results showed no significant effect of background context on memory across all three categories. Additionally, no significant effect of generation on memory was found across the three categories. Furthermore, there was no interaction effect between background context and generation on memory in any of the categories. These findings can be a consideration for the police to create a conducive and distraction-minimal investigative environment to help individuals focus more on the main objects of a traffic accident, and to reduce the possibility of irrelevant information emerging.