Penderita dengan keganasan seringkali mengalami gangguan sistim kekebalan tubuh, selular dan humoral, baik karena penyakit keganasan sendiri, maupun akibat pengobatan sitostatik dan atau radioterapi. Harryanto (1984) melaporkan, 50,5% dari 99 penderita limfoma Non-Hodgkin yang diteliti menunjukkan uji kulit tuberkulin negatif, dibandingkan dengan kelompok kelola yang berjumlah 83 orang dengan hasil 7,2% yang negatif, yang berarti imunitas selularnya terganggu. Pengobatan sitostatik secara intensif akan menyebabkan keadaan netropenia, yaitu jumlah lekosit polimorfonuklear (PMN) yang kurang dari 500/mm3. Lekosit PMN sebagai bagian terbesar lekosit dalam darah, terdiri atas basopil, eosinopil dan netropil (merupakan jumlah terbesar). Lekosit PMN merupakan pertahanan selular terpenting untuk melawan infeksi bakterial.
Patients with malignancies often experience disorders of the immune, cellular and humoral systems, both due to malignant diseases themselves, as well as due to cytostatic treatment and/or radiotherapy. Harryanto (1984) reported, 50.5% of the 99 Non-Hodgkin lymphoma patients studied showed a negative tuberculin skin test, compared to a control group of 83 people with a negative result of 7.2%, which means their cellular immunity is impaired. Intensive cytostatic treatment will lead to a state of netropenia, which is a number of polymorphonuclear lecocytes (PMN) that is less than 500/mm3. PMN lecocytes as the largest part of lekocytes in the blood, consist of basopil, eosinophil and netropil (the largest amount). PMN lecocytes are the most important cellular defense against bacterial infections.