UI - Skripsi Membership :: Kembali

UI - Skripsi Membership :: Kembali

Macroeconomic Determinants of Stock Market Volatility: Evidence from ASEAN Member Countries = Determinan Makroekonomi terhadap Volatilitas Pasar Saham: Bukti dari Negara Anggota ASEAN

Rama Vandika Daniswara; Lana Soelistianingsih, supervisor; Eugenia Mardanugraha, examiner; Telisa Fallanty, examiner (Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indinesia, 2021)

 Abstrak

Pasar keuangan, baik di pasar uang maupun pasar saham, mendapat sorotan yang meningkat setelah GFC (Krisis Keuangan Global) 2007. Meski belum tentu menjadi sumber atau pemicu utama KKG, pasar saham memainkan peran utama dalam memperburuk krisis dan menyebarkan krisis lebih luas lagi. Beberapa penelitian telah beralih ke variabel makroekonomi dalam menjelaskan volatilitas dan harga pasar saham. Penelitian ini menggunakan ARDL untuk variabel makroekonomi yang berpengaruh terhadap volatilitas pasar saham, dan BEKK-GARCH untuk volatilitas spillover. Jangka waktunya adalah 2009-2019. Inflasi, suku bunga, VIX, CCI berpengaruh positif terhadap volatilitas pasar saham, sedangkan imbal hasil obligasi jangka panjang berpengaruh negatif terhadap volatilitas pasar saham. Koefisien dan standar deviasi meninggalkan ruang untuk interpretasi ke nilai sebenarnya. Komposit pasar saham Indonesia memiliki korelasi dan kovarians nilai pasar yang kuat dengan Thailand dan Filipina, dan volatilitas spill-over yang kuat dengan Singapura dan Filipina.

Financial markets, both in the money market and the stock market, received increased attention after the GFC (Global Financial Crisis) 2007. While not necessarily main source or trigger of the GFC, the market played a major role in the crisis and spread the crisis even more. Several studies have turned to macroeconomic variables in explaining volatility and stock market prices. This study uses ARDL for macroeconomic variables that affect stock market volatility, and BEKK-GARCH for spillover volatility. The term is 2009-2019. Inflation, interest rates, VIX, CCI have a positive effect on stock market volatility, while long-term bond yields have a negative effect on stock market volatility. The coefficients and standard deviations leave room for interpretations of their true values. The Indonesian stock market composite has strong market correlation and covariance values with Thailand and the Philippines, and strong spill-over volatility with Singapore and the Philippines.

 File Digital: 1

Shelf
 S-Rama Vandika Daniswara.pdf :: Unduh

LOGIN required

 Metadata

Jenis Koleksi : UI - Skripsi Membership
No. Panggil : S-pdf
Entri utama-Nama orang :
Entri tambahan-Nama orang :
Entri tambahan-Nama badan :
Program Studi :
Subjek :
Penerbitan : Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indinesia, 2021
Bahasa : eng
Sumber Pengatalogan : LIbUI eng rda
Tipe Konten : text
Tipe Media : computer
Tipe Carrier : online resource
Deskripsi Fisik : ix, 66 pages : illustration + appendix
Naskah Ringkas :
Lembaga Pemilik : Universitas Indonesia
Lokasi : Perpustakaan UI
  • Ketersediaan
  • Ulasan
  • Sampul
No. Panggil No. Barkod Ketersediaan
S-pdf 14-25-61116433 TERSEDIA
Ulasan:
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 9999920555321
Cover