UI - Disertasi (Membership) :: Kembali

UI - Disertasi (Membership) :: Kembali

Beberapa prinsip perpaduan leksem dalam bahasa Indonesia

Harimurti Kridalaksana, 1939-; Anton M. Moeliono, promotor; Soenjono Dardjowidjojo, 1938-, co-promotor (Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 1987)
 Abstrak
ABSTRAK

Perpaduan leksem merupakan masalah yang sangat penting dalam bahasa Indonesia. Dipandang dari sudut praktis tampak bahwa dalam bidang ini, kreativitas dalam bahasa menunjukkan peranannya, karena dengan makin kompleksnya kehidupan masyarakat bahasa Indonesia memerlukan ungkapan-ungkapan baru untuk menggambarkan pelbagai konsep yang terus-menerus bermunculan. Pengungkapan konsep dengan perpaduan leksem jauh lebih umum dan lebih mudah daripada dengan penciptaan leksem tunggal yang baru sama sekali. Penciptaan leksem tunggal menuntut daya kreativitas yang tinggi, dan bila bahasawan sanggup memunculkan leksem tersebut, ia masih harus menembus benteng konvensi yang tinggi dan tebal supaya ciptaannya itu dapat dipahami dan diterima oleh masyarakat bahasa. Perhatikan, misalnya, kata anda yang terpakai sejak tahun 1957 dan yang memang benar telah memperkaya kosakata bahasa Indonesia, tetapi belum menyederhanakan sistem tutur sapa sebagaimana dimaksud oleh pengusulnya.

Kebalikannya dengan perpaduan leksem yang dipergunakan untuk mengungkapkan konsep-konsep baru: bahasawan tunggal menggali potensi yang ada dengan pelbagai cara memperkenalkannyya ke tengah masyarakat.

Bahwasanya bahasawan lebih cenderung mempergunakan paduan leksem daripada leksem tunggal, tampak dalam salah satu sektor bahasa Indonesia yang paling kreatif, yakai penciptaan istilah. Tujuh bidang tersebut di bawah yakni bidang teknik mesin (hasil kerja Departemen Mesin Institut Teknologi Bandung), bidang anatomi (hasil kerja Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga), bidang pertanian (hasil kerja Fakultas Pertanian Universitas Pajajaran), bidang geografi (hasil kerja Panitia Pengembangan Bahasa Indonesia), bidang psikologi (hasil kerja Fakultas Psikologi Universitas Indonesia), bidang manajemen (hasil kerja Lembaga Pendidikan dan Pembinaan manajemen), dan bidang administrasi (hasil kerja Panitia Pengembangan Bahasa Indonesia}, diambil sebagai contoh untuk menjelaskan kenyataan tersebut.

Kecenderungan kuat untuk mengambil gabungan leksem lebih daripada leksem tunggal ternyata dari perbandingan 67:33 dalam ketujuh bidang itu. Dalam hubungan ini pasti akan dipertanyakan, bukankah kebanyakan istilah dalam daftar istilah itu terjemahan dari bahasa asing. Pertanyaan itu betul, tetapi perlu dikemukakan beberapa catatan di sini. Pengungkapan konsep dalam proses penerjemahan tidak dapat melepaskan diri dari kosakata dan struktur gramatikal bahasa sasaran; jadi bila orang akan mencari padanan suatu istilah, maka ia akan mencari unsur-unsur leksikal dalam bahasa Indonesia, dan kemudian menyusunnya berdasarkan struktur bahasa Indonesia.
 File Digital: 1
Shelf
 Beberapa prinsip-Full text (D 173).pdf ::

Catatan : Menu Anggota

 Metadata
No. Panggil : D173
Pengarang :
Pengarang/kontributor lain :
Subjek :
Penerbitan : Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 1987
Program Studi :
Naskah Ringkas
Sumber Pengatalogan LibUI ind rda
Tipe Konten text
Tipe Media unmediated ; computer
Tipe Carrier volume ; online resource
Deskripsi Fisik xvi, 261 pages
Catatan Bibliografi pages 245-261
Lembaga Pemilik Universitas Indonesia
Lokasi Perpustakaan UI, Lantai 3
  • Ketersediaan
  • Ulasan
  • Sampul
No. Panggil No. Barkod Ketersediaan
D173 07-18-988299761 TERSEDIA
Ulasan:
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 83543