UI - Tugas Akhir :: Back

UI - Tugas Akhir :: Back

Evaluasi Atas Transfer Dana Otonomi Khusus di Aceh, Papua,dan Papua Barat = Evaluation of Special Autonomy Fund Transfers in Aceh, Papua, and West Papua

Hasta Budiratna; Riatu Mariatul Qibthiyyah, supervisor; Raksaka Mahi, examiner; Nurkholis, examiner (Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2020)
URI : http://lontar.ui.ac.id/detail?id=20509389&lokasi=lokal
 Abstract
Indonesia telah  menerapkan  kebijakan  desentralisasi,  tidak  saja  yang  berlaku  umum untuk seluruh wilayah di Indonesia, tapi juga sudah mengadopsi desentralisasi asimetris, utamanya untuk wilayah-wilayah tertentu seperti Aceh, Papua, dan Papua Barat. Kebijakan desentralisasi asimetris ini, melimpahkan kewenangan yang lebih besar untuk fungsi tertentu kepada wilayah terkait, yang juga didukung melalui alokasi dana transfer Otonomi Khusus dari pemerintah pusat. Transfer Dana Otonomi Khusus ini telah berjalan belasan tahun dan akan segera berakhir pada 2022 (untuk Papua dan Papua Barat) dan 2028  (untuk  Aceh).  Transfer  Dana  Otonomi  Khusus  diantaranya  digunakan  untuk membiayai  program-program  pengentasan  kemiskinan  dan  pendidikan.  Kedua  hal tersebut merupakan dua indikator penting dalam capaian pembangunan daerah, terutama dikaitkan  dengan  kondisi  capaian  pembangunan  yang  relatif  belum  baik  apabila dibandingkang  daerah  lain  di  Indonesia.  Angka  kemiskinan,  secara  rata-rata  untuk periode 2015-2018, di ketiga daerah tersebut masih berada di atas rata-rata nasional, termasuk juga untuk partisipasi pendidikan khususnya di Papua dan Papua Barat. Oleh sebab itu, studi ini bertujuan untuk mengetahui besaran pengaruh Dana Otonomi Khusus terhadap angka kemiskinan dan Angka Partisipasi Murni jenjang pendidikan SMP di Aceh, Papua, dan Papua Barat. Menggunakan regresi data panel, studi ini mencakup 23 kabupaten/kota di Aceh dan 11 kabupaten/kota di Papua Barat  pada tahun 2013-2018. Sedangkan Papua dilakukan pada 29 kabupaten/kota tahun 2015-2018. Hasil penelitan ini menunjukkan bahwa Dana Otonomi Khusus pada kabupaten/kota di Papua Barat secara signifikan berkorelasi dengan penurunan  angka kemiskinan, dan  peningkatan angka Partisipasi Murni jenjang SMP, namun studi ini belum menemukan korelasi yang cukup  kuat  untuk  konteks  Dana  Otonomi  Khusus  yang  diterima  kabupaten/kota di Papua dan Aceh.


Indonesia has implemented a decentralization policy, not only which generally applies to all   regions   in   Indonesia,   but   also   has   implemented   asymmetric  decentralization, supporting certain  regions  such  as  Aceh,  Papua and  West  Papua.  This  asymmetrical decentralization policy delegates greater authority to certain configurations, which are also supported through the transfer of Special Autonomy funds from the central government. The transfer of the Special Autonomy Fund has been running for years and will soon end in 2022 (for Papua and  West Papua) and  2028 (for Aceh).  Transfers  of the Special Autonomy Fund are issued to finance poverty alleviation programs and education. Both of these are two important indicators in regional development, especially development with relatively unresolved development capabilities compared to other regions in Indonesia. The average for the 2015-2018 period in the three regions is still above the national average,  including  for  special  education  participation  in  Papua  and  West  Papua. Therefore, this study aims to estimate the differences in the Special Autonomy Fund against the poverty rate and the Pure Participation Rate for junior secondary education at Aceh, Papua and West Papua. Using the regression data panel, this study covered 23 districts / cities in Aceh and 11 districts / cities in West Papua in 2013-2018. While Papua was carried out in 29 districts / cities in 2015-2018. The results of this research indicate that the Special Autonomy Fund in districts / cities in West Papua has a significant correlation with poverty rates, and an increase in the Net Enrollment Rate for junior high schools, but this study has not found what drives the increase in the Special Autonomy Fund that receives districts / cities in Papua and Aceh.

 Digital Files: 1
Shelf
 T-Hasta Budiratna.pdf ::

Notes : Member Area

 Metadata
Call Number : T-pdf
Author :
Other author/contributor :
Subject :
Publishing : Jakarta: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2020
Study Program :
Concise Text :
Cataloguing Source : LibUI ind rda
Language : ind
Content Type : text (rdacontent)
Media Type : computer (rdamedia)
Carrier Type : online resource (rdacarrier)
Physical Description : xiv, 92 pages : illustration ; appendix
Holding Institution : Universitas Indonesia
LocationPerpustakaan UI
  • Availability
  • Review
  • Cover
Call Number Barcode Number Availability
T-pdf 15-21-318639073 TERSEDIA
Review:
No review available for this collection: 20509389