Artikel Jurnal :: Kembali

Artikel Jurnal :: Kembali

Incorporation and resistance: border-crossings and social transformation in southeast asia (review article) / Alexander Horstmann

Alexander Horstmann; (, 2002)
 Abstrak
Walau merupakan kajian yang relatif baru, para ahli antropologi semakin menyadari bahwa perbatasan merupakan laboratorium perubahan sosial dan kebudayaan yang penting. Tidak ada kawasan lain tempat berlangsungnya kontradiksi yang tajam dalam hal representasi komuniti lokal. Seperti di kawasan perbatasanlah ditemukan kelompok-kelompok minoritas. Para ahli antropologi yang mempelajari perbatasan, termasuk di Borneo dan Laut Sulu, sangat menaruh perhatian pada proses inkorporasi komuniti-komuniti perbatasan itu kedalam negara-bangsa, dan masyarakat-global. Tulisan ini bermaksud mendiskusikan sebuah konsep yang koheren tentang batas dan daerah perbatasan, serta mengidentifikasi pertanyaan-pertanyaan penelitian dan agenda studi perbatasan di masa depan. Penulis mengemukakan sebuah argumentasi bahwa masa depan dari studi perbatasan bertumpu pada kajian tentang sejarah komuniti-komuniti yang terpinggirkan, misalnya masyarakat Iban, Bugis, dan Orang Laut. Diulas pula cara komuniti-komuniti perbatasan itu memberikan makna dan bentuk pada transformasi ruang di kawasan perbatasan. Dimensi kesejarahan dan sejarah lisan perlu pula memperoleh perhatian dalam studi komuniti-komuniti perbatasan.
 Metadata
No. Panggil : PDF
Pengarang :
Subjek :
Penerbitan : [Place of publication not identified]: [Publisher not identified], 2002
Sumber PengataloganLibUI eng rda
ISSN16936086
Majalah/JurnalJurnal Antropologi Indonesia
VolumeNo 67 2002
Tipe Konten text
Tipe Media computer
Tipe Carrier online resource
Akses Elektronik http://journal.ui.ac.id/index.php/jai/article/view/3426
Institusi Pemilik Universitas Indonesia
Lokasi
  • Ketersediaan
  • Ulasan
  • Sampul
No. Panggil No. Barkod Ketersediaan
PDF 03-17-530643584 TERSEDIA
Ulasan:
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 20452220