UI - Disertasi (Membership) :: Kembali

UI - Disertasi (Membership) :: Kembali

Rasio bilirubin total/albumin sebagai prediktor tuli sensorineural berdasarkan bera dan oae pada neonatus bblr dengan hiperbilirubinemia = Total bilirubin albumin ratio as predictor for sensorineural hearing loss based on bera and oae in low birth weight neonatal with hyperbilirubinemia

Ronny Suwento; Ratna Dwi Restuti, promotor; Jenny Bashiruddin, co-promotor; Lubis, Safarina Golfiani Malik, co-promotor; Suhendro, examiner; Saptawati Bardosono, examiner; Ratna Anggraeni, examiner; Asril Aminullah, examiner; Sri Widia Jusman, examiner (, 2016)
 Abstrak
ABSTRAK

Fragmen bilirubin yang tidak terkonjugasi dan tidak terikat albumin (bilirubin
bebas) pada neonatus dapat menembus sawar darah otak sehingga terjadi
kerusakan otak berupa ensefalopati bilirubin akut. Salah satu gejala ensefalopati
bilirubin akut adalah tuli sensorineural. Penelitian sebelumnya menunjukkan
bahwa bilirubin bebas mempunyai neurotoksisitas lebih besar dibandingkan
dengan bilirubin total, namun pemeriksaan bilirubin bebas lebih sulit, rumit,
mahal dan belum tersedia di klinik; sehingga perlu dicari pemeriksaan lain yang
lebih praktis dan aplikatif. Salah satu pilihan untuk menentukan neurotoksisitas
bilirubin adalah pengukuran rasio bilirubin total terhadap albumin (BT/A).
Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang berulang, bersifat
observasional, longitudinal, dan prospektif berupa uji diagnostik untuk
mengetahui proporsi tuli sensorineural yang diprediksi berdasarkan nilai rasio
BT/A tertentu pada neonatus BBLR dengan hiperbilirubinemia. Penelitian ini
dilakukan dalam periode bulan Agustus 2015 sampai dengan Maret 2016, dengan
dua tahap pemeriksaan OAE dan BERA. Pemeriksaan pertama sebagai skrining
pendengaran dilakukan saat subjek berumur ≥ 7β jam?1 minggu dan pemeriksaan
kedua/diagnostik pada usia 3?6 bulan.
Dari 131 subjek yang dilakukan skrining pendengaran dengan OAE dan BERA,
terdapat 70 subjek dengan hasil refer dan 61 dengan hasil pass. Lima puluh satu
subjek datang pada pemeriksaan kedua/diagnostik (response rate 38,9%). Hasil
pemeriksaan diagnostik adalah 9 subjek tuli sensorineural (6,87%) yang terdiri
dari 5 subjek tuli sensorineural bilateral, 2 subjek tuli sensorineural unilateral dan
2 subjek neuropati auditorik. Rasio BT/A berperan terhadap terjadinya tuli
sensorineural dengan OR 16, p = 0,003, sensitivitas 89% dan spesifisitas 67%.
Pada penelitian ini juga didapatkan angka rujukan bilirubin total dan rasio BT/A
yang dapat menyebabkan tuli sensorineural pada neonatus BBLR
hiperbilirubinemia yaitu 12,21 mg/dL dan 0,46.
Rasio BT/A dapat digunakan sebagai prediktor tuli sensorineural pada neonatus
BBLR dengan hiperbilirubinemia.


ABSTRACT

In neonates, unconjugated unbound bilirubin (free bilirubin) can penetrate the
blood brain barrier, causing brain damage in the form of acute bilirubin
encephalopathy as one of the symptoms is sensorineural hearing loss. Previous
research has demonstrated that free bilirubin neurotoxicity was more sensitive
than total bilirubin, but the free bilirubin test is more difficult, complicated,
expensive and not available in the clinic; thus it is necessary to find other tests
which is more practical and applicable. One of the option to determine the
bilirubin neurotoxicity is a measurement of the ratio of total bilirubin to albumin
(BT/A).
This is a repeated cross sectional study done in observational, longitudinal and
prospective diagnostic tests to determine the proportion of sensorineural hearing
loss predicted based on the value BT/A ratio in low birth weight (LBW) neonates
with hyperbilirubinemia. The study was conducted from August 2015 until March
2016, with two-stage examination of the OAE and BERA, i.e. ≥ 7β hours?1 week
and age of 3?6 months respectively.
One hundred and thirty one subjects underwent hearing screening, and it revealed
that 70 subjects diagnosed as refer and the rest (61 subjects) was pass. During the
second examination/diagnostics with response rate at 38.9%, 9 from 51 subjects
were diagnosed as sensorineural hearing loss (6.87%), i.e. five subjects with
bilateral sensorineural hearing loss, two subjects with unilateral sensorineural
hearing loss and two subjects with auditory neuropathy. The BT/A ratio
contributes to the occurrence of sensorineural hearing loss with OR 16, p = 0.003,
sensitivity 89% and specificity 67%. It also revealed in this study that the
reference figure of bilirubin total and BT/A ratio were 12.21 mg/dL and 0.46
respectively. Those reference value can be used to predict sensorineural hearing
loss in LBW neonatal with hyperbilirubinemia.
Ratio of BT/A can be used as a predictor of sensorineural hearing loss in LBW
neonates with hyperbilirubinemia.
 File Digital: 1
Shelf
 D-Ronny Suwento.pdf ::

Catatan : Menu Anggota

 Metadata
No. Panggil : D-Pdf
Pengarang :
Pengarang/kontributor lain :
Subjek :
Penerbitan : [Place of publication not identified]: [Publisher not identified], 2016
Program Studi :
Naskah Ringkas
Sumber Pengatalogan LibUI ind rda
Tipe Konten text
Tipe Media computer
Tipe Carrier online resource
Deskripsi Fisik xxiv, 110 pages : illustration ; 28 cm + appendix
Catatan Bibliografi pages 103-110
Lembaga Pemilik Universitas Indonesia
Lokasi Perpustakaan UI, Lantai 3
  • Ketersediaan
  • Ulasan
  • Sampul
No. Panggil No. Barkod Ketersediaan
D-Pdf 07-18-529655248 TERSEDIA
Ulasan:
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 20434254