Akhir-akhir ini ekonomi hijau disosialisasikan sebagai solusi untuk mengatasi kerusakan bumi yang terjadi sebagai akibat industri yang sangat eksploitatif. Tulisan ini menganalisis ekonomi hijau dari sumber referensi alternatif yang terkenal dengan simbol warna hijaunya yaitu sumber Islam. Islam mengakui aspek ekonomi merupakan aspek paling penting dalam kehidupan, namun tetap nomor dua setelah tujuan keberadaan manusia di muka bumi yaitu beribadah kepada Allah. Selagi setiap manusia memiliki perilaku yang bertanggung jawab, jujur, dan etis di bawah panduan Islam untuk mencapai kemuliaan (falah) maka perilakunya tidak akan mendatangkan kerusakan di bumi atau merusak keseimbangan lingkungan. Konsumen akan mengonsumsi untuk memenuhi kebutuhannya dan bukan keinginannnya, sedangkan produsen akan menghasilkan barang dan jasa yang ramah-lingkungan. Kesesuaian dengan gaya hidup Islami akan menjamin keadilan antar-generasi karena hal ini ada dalam ajaran Islam.