ABSTRAKMerek merupakan "tanda" berupa kata, angka, gambar, simbol ataupun
warna untuk memberikan identifikasi pembuatnya sehingga dapat membedakan
satu barang dengan barang lainnya. Hak atas merek merupakan salah satu
kelompok benda bergerak tak berwujud, yang diberikan kepada orang yang
memang berhak dan di dalamnya mengandung suatu penguasaan mutlak, sehingga
sering disebut sebagai hak milik yang sifatnya tidak berwujud. Sebagai hak milik,
maka hak atas merek pun dapat beralih salah satunya melalui perjanjian. Skripsi
ini membahas tentang pengalihan hak atas merek terdaftar melalui perjanjian jual
beli, diambil contoh kasus merek "BUGARIN". Adapun yang menjadi pokok
permasalahan adalah bagaimana pengaturan pengalihan hak milik dalam Kitab
Undang-Undang Hukum Perdata , bagaimana pengaturan pengalihan hak atas
merek terdaftar yang diatur di dalam Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001
tentang Merek, serta bagaimana analisis yuridis atas Akta Perjanjian Pengalihan
Hak atas Merek Terdaftar "BUGARIN" dikaitkan dengan Undang-Undang
Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek dan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.
Metode penulisan skripsi ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif
yang memiliki makna pencarian sebuah jawaban tentang suatu masalah. Metode
pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kegiatan penelitian
kepustakaan dan mempelajari data sekunder. Dapat disimpulkan bahwa hak atas
merek merupakan salah satu hak milik yang diatur dalam Pasal 570 Kitab
Undang-Undang Hukum Perdata. Sebagai hak milik, berdasarkan Pasal 40 ayat
(1) Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 hak atas merek dapat beralih karena
pewarisan, wasiat, hibah, perjanjian, atau sebab-sebab lain yang dibenarkan oleh
peraturan perundang-undangan. Pengalihan hak atas merek ?BUGARIN?,
merupakan salah satu contoh pengalihan hak atas merek terdaftar dikarenakan
oleh perjanjian. Walapun dalam Akta Perjanjian Pengalihan Merek "BUGARIN"
tidak disebutkan kata jual beli, namun akta tersebut memenuhi unsur jual beli
yang diatur dalam Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata
ABSTRACTTrademark is a "sign" the form of words, numbers, pictures, symbols orcolors to provide identification of the manufacturer so it can distinguish betweengoods. Trademark rights is one of intangible movable assets, which is given topeople who are eligible and in it contains an absolute mastery, so often referred toas the property of an intangible nature. As property rights, trademark rights wasable to switch one of them through treaties. This thesis discusses the transfer oftrademark rights with the sale and purchase agreement, drawn brand case"BUGARIN". The fundamental problem is how the transfer of property rightsarrangements in the Book of the Civil Code Act, how the arrangements fortransfer of trademark are set out in Act No. 15 Year 2001 about Trademark, andhow the legal analysis on the Deed of Assignment Agreement Registered brand"BUGARIN" associated with Act No. 15 of 2001 about Trademark and the Bookof the Civil Code. The method of writing this thesis using research methods thathave a normative juridical that have purpose to seek an answers about a problem.Collecting data methods conduct with using the research literature and study ofsecondary data. We can concluded that trademark rights is one of property rightsprovided for in Article 570 of Act Book of the Civil Code. As property, pursuantto Article 40 paragraph (1) of Act No. 15 year 2001 about Trademark, transfersof trademark be able due to inheritance, wills, grants, agreements, or other causeswhich are justified by the legislation. The transfer of rights to the brand"BUGARIN", is one example of transfer of trademark because of the agreement.Although the Deed of Trademark Transfer Agreement "BUGARIN" is notmentioned the word ?sale and purchase?, but the deed meets the elements of saleand purcase agreement set forth in Section 1457 of Act Book of the Civil Code.