UI - Skripsi (Membership) :: Kembali

UI - Skripsi (Membership) :: Kembali

Konsep diri remaja delinkuen yang menjalani hukuman di dalam lembaga pemasyarakatan

Edy Gustian; Zainul B. Biran, supervisor ([Publisher not identified] , 1995)

 Abstrak

ABSTRAK
Sejak tahun 1984 sistem pemasyarakatan digunakan
untuk menggantikan sistem kepenjaraan sebagai institusi
pembinaan bagi pelaku tindak kriminal. Tujuan ideal lemba-
ga pemasyarakatan sampai saat ini ternyata belum sesuai
dengan kenyataan yang ada. Selain program yang sangat
sukar dijalani juga kondisi yang terbentuk dalam lembaga
pemasyarakatan, baik situasi sosial dan lingkungan fisik,
menjadikan lembaga pemasyarakatan sukar mencapai tujuan-
nya. Kondisi ini memberikan dampak negatif bagi perkemban-
gan aspek psikologis penghuninya.
Lembaga pemasyarakatan tidak hanya diperuntukkan bagi
orang dewasa namun juga untuk remaja. Pada masa remaja
ini, konsep diri adalah aspek terpenting dalam diri remaja
yang harus diperhatikan.
Kehidupan dalam lembaga pemasyarakatan mempengaruhi
tiga proses yang terjadi dalgm pembentukan konsep diri,
yaitu "reflected appraisal", "social comparison" dan "role
internalization". Lingkungan lembaga pemasyarakatan yang unik dengan norma dan penghuninya yang pernah melakukan
tindak kejahatan serta kecilnya berhubungan dengan pihak
luar mempengaruhi konsep diri yang terbentuk dalam diri
remaja delinkuen.
Lamanya masa hukuman menjadi faktor yang menentukan
dalam proses pembentukan konsep diri, karena faktor-faktor
dalam lembaga pemasyarakatan akan semakin berperan berda-
sarkan lamanya kehidupan dalam lembaga pemasyarakatan yang
dijalani. Oleh karena itu dalam penelitian ini akan dili-
hat konsep diri yang terbentuk pada remaja yang menjalani
masa hukuman dalam lembaga pemasyarakatan.
Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan
cross-sectional dengan metode kuantitatif. Alat ukur
berbentuk kuesioner, yaitu TSCS (tennesse Self Concept
Scale). Subyek yang digunakan berjumlah 137 subyek.
Hasil penelitian menunjukkan subyek nemiliki konsep
diri yang negatif. Konsep diri yang dimiliki oleh subyek
juga cenderung semakin negatif selama menjalani masa
hukumannya. Pendekatan cross-sectional yang digunakan
memiliki kelemahan, yaitu tidak diikutinya seluruh proses
yang terjadi untuk itu disarankan untuk melakukan studi
dengan pendekatan "longitudinal".

 File Digital: 1

Shelf
 S-PDF-Edy Gustian.pdf ::

Catatan : Menu Anggota

 Metadata

No. Panggil : S-Pdf
Entri utama-Nama orang :
Entri tambahan-Nama orang :
Entri tambahan-Nama badan :
Subjek :
Penerbitan : [Place of publication not identified]: [Publisher not identified], 1995
Program Studi :
Kode Bahasa : ind
Sumber Pengatalogan : LibUI ind rda
Tipe Konten : text
Tipe Media : computer
Tipe Carrier : online resource
Deskripsi Fisik : x, 105 pages ; 28 cm
Catatan Bibliografi : pages103-105
Lembaga Pemilik : Universitas Indonesia
Lokasi : Perpustakaan UI, Lantai 3
  • Ketersediaan
  • Ulasan
No. Panggil No. Barkod Ketersediaan
S-Pdf 14-19-858754582 TERSEDIA
Ulasan:
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 20312894