UI - Skripsi (Membership) :: Kembali

UI - Skripsi (Membership) :: Kembali

Hubungan antara kecerdasan emosi dan pelanggaran disiplin sekolah pada remaja

Yanthi Haryati; Puji Lestari Prianto, supervisor (, 2004)
 Abstrak
ABSTRAK

Peianggaran disiplin sekolah menjadi masalah yang kerapkali
dilakukan oleh remaja. Bentuk peianggaran disiplin sekolah yang dilakukan
dapat berupa: agresi fisik, contohnya pemukulan, perkelahian, dan
perusakan; kesibukan berteman saat guru mengajar, mencari perhatian,
seperti mengedarkan tulisan, atau gambar-gambar dengan maksud
mengalihkan perhatian dari pel^aran; menentang wibawa guru, misalnya
tidak mau menurut, memberontak, memprotes dengan kasar, dan mencari
perselisihan dengan mengkritik, menertawakan dan mencemooh, merokok,
datang terlambat, membolos, kabur dari kelas, mencuri, menipu, berpakaian
tidak sesuai dengan ketentuan, memeras, minum minuman keras dan
menggunakan obat-obat terlarang (Kooi dan Schutx dalam Sukadji 2000).
Bahkan masalah yang berhubungan dengan sekolah menjadi salah satu
masalah besar dalam rentang masa remaja selain obat-obatan terlarang,
kehamilan remaja, dan delinkuensi. Banyak hal yang menjadi penyebab
terjadinya peianggaran disiplin sekolah, salah satunya adalah sejauh mana
kesesuaian perilakunya dengan keterampilan-keterampilan kecerdasan
emosi menurut Goleman. Begitu juga menurut Gunarsa & Gunarsa (2003)
dan Sarwono (2003) yang menyatakan bahwa faktor pribadi merupakan
salah satu dari penyebab terjadinya permasalahan remaja.
Penelitian dilakukan melalui pendekatan kuantitatif terhadap 100
orang siswa SXM yang berada di wilayah Depok, Jawa Barat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signitikan
antara kecerdasan emosi dan peianggaran disiplin sekolah. Arah
hubungannya negatif, artinya semakin tinggi kecerdasan emosi semakin
rendah peianggaran disiplin sekolah. Beberapa ranah dalam kecerdasan
emosi yang berhubungan dengan peianggaran disiplin sekolah adalah
kemampuan mengenali emosi diri, mengelola emosi dan kemampuan
mengenali emosi orang lain. Sedangkan unluk ranah kemampuan
memotivasi diri dan membina hubungan dengan orang lain tidak ada
hubungan dengan peianggaran disiplin sekolah. Saran yang diberikan adalah perlu adanya peningkatan keterampilan
kecerdasan emosi pada siswa sehingga dengan demikian remaja dapat
terbantu dalam mencapai tugas-tugĀ£is perkembangannya dan turut
membantu terciptanya kegiatan belajar yang baik. Perlu diperhatikan pula
hal-hal lain yang menjadi faktor penyebab terjadinya pelanggaran disiplin
sekolah misal faktor keluarga, f^tor pengaruh peer-group, faktor sosial
ekonomi dan faktor lingkungan, sehingga para remaja sebagai harapan
bangsa dapat mencapai identitas diri yang positif dan mereka akan tiba di
masa dewasa yang dapat memberi kontribusi yang mulia untuk
kesejahteraan bangsanya.
 File Digital: 1
Shelf
 S2878-Yanthi Haryati.pdf ::

Catatan : Menu Anggota

 Metadata
No. Panggil : S2878
Pengarang :
Pengarang/kontributor lain :
Subjek :
Penerbitan : [Place of publication not identified]: [Publisher not identified], 2004
Program Studi :
Naskah Ringkas :
Kode Bahasa : ind
Sumber Pengatalogan : LibUI ind rda
Tipe Konten : text
Tipe Media : unmediated ; computer
Tipe Carrier : volume ; online resource
Deskripsi Fisik : xiii, 76 pages ; 28 cm + appendix
Catatan Bibliografi : pages 73-76
Lembaga Pemilik : Universitas Indonesia
Lokasi : Perpustakaan UI, Lantai 3
  • Ketersediaan
  • Ulasan
  • Sampul
No. Panggil No. Barkod Ketersediaan
S2878 14-19-923566733 TERSEDIA
Ulasan:
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 20287029