UI - Skripsi (Membership) :: Kembali

UI - Skripsi (Membership) :: Kembali

ICMI proses berdirinya surat kabar Republika (1992-1993)

Hasmi Wahyudi; Manus, M.P.B., supervisor (Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2005)
 Abstrak
Skripsi ini membahas proses berdirinya Surat Kabar Republika. Proses berdirinya Surat Kabar Republika tidak terlepas dari peran ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia) dalam pendiriannya. Proses tersebut sesuai dengan realisasi hasil Silaknas I ICMI yang terbentuk rencana kerja konvergensi. Kemudian pendirian Surat kabar Republika dinyatakan secara tegas dalam program ICMI yang berbentuk Rensi Jannah (Rencana Kerja Jangka Menengah), dan Rensi Jannatun (Rencana Kerja Jangka Tahunan). Pada proses pendirian Surat Kabar Republika ICMI bekerja sama dengan orang-orang yang sudah berpengalaman di bidang penerbitan Koran. Mereka diantaranya adalah wartawan yang sebelumnya menangani harian Berita Buana, dan wartawan berpengalaman lainnya seperti Parni Hadi dari Antara. Mereka sepakat menamakan Koran yang akan dibentuk bernama Republik. Kemudian diubah menjadi Republika oleh Presiden Soeharto setelah BJ Habibie menerimanya meminta izin prinsip. Setelah mendapatkan izin prinsip dari Presiden Soeharto, mereka kemudian melakukan persiapan-persiapan untuk pendirian Republika. Hal tersebut dilaksanakan agar nanti Republika tidak hanya bertahan 1 hingga 2 tahun saja, mengingat Jumlah Koran terlalu banyak, sehingga merebut pembaca sangat ketat. Padahal kebudayaan komunikasi kita bukan budaya baca. Untuk itu tim-tim tersebut melakukan studi kelayakan Republika. Kemudian dalam proses memperoleh SIUPP tim ini membentuk Yayasan Abdi Bangsa. Yayasan yang merupakan perpanjangan dari Yayasan ISMI ini didirikan pad a17 Agustus 1992 di hotel le meridian Jakarta. Setelah berdirinya Yayasan Abdi bangsa SIUPP juga tidak keluar, kemudian dibentuk P.T. Abdi Massa. Setelah prosedur-prosedur dilengkapi akhirnya SIUPP keluar pada 19 Desember 1992. Republika terbit untuk pertama kali pada 4 Januari 1993. Kemudian setelah Republika terbit menimbulkan keraguan masyarakat apakah Republika dapat menyajikan pemberitaan secara objektif. Hal ini dikarenakan terlibatnya ICMI dalam penerbitan koran tersebut. Keterlibatan ICMI ini juga diakui oleh Habibie sebagai ketua umum ICMI. Mengenai hal tersebut Parni Hadi sebagai Pemimpin Umum Republika menyatakan bahwa harian Republika sama sekali bukan corong ICMI, sekalipun mendapat sponsor utama dari Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI). Republika dalam kiprahnya tetap menjadi miliki seluruh bangsa, sehingga bila terdapat kesalahan pemikiran atau tindakan yang dilakukan oleh anggota ICMI, maka harian ini akan tetap mengkritiknya.
 File Digital: 1
Shelf
 S-Hasmi Wahyudi.pdf ::

Catatan : Menu Anggota

 Metadata
No. Panggil : S12370
Pengarang :
Pengarang/kontributor lain :
Subjek :
Penerbitan : Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2005
Program Studi :
Naskah Ringkas :
Kode Bahasa : ind
Sumber Pengatalogan : LibUI ind rda
Tipe Konten :
Tipe Media :
Tipe Carrier :
Deskripsi Fisik : xi, 109 lembar : ill. ; 28 cm
Catatan Bibliografi : Lembar: 88-90
Lembaga Pemilik : Universitas Indonesia
Lokasi : Perpustakaan UI, Lantai 3
  • Ketersediaan
  • Ulasan
  • Sampul
No. Panggil No. Barkod Ketersediaan
S12370 14-21-029889057 TERSEDIA
Ulasan:
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 20157109