Artikel Jurnal :: Kembali

Artikel Jurnal :: Kembali

Judul Penggunaan idiom bahasa sunda dalam kumpulan cerpen hayang panggih jeung nabi hidir / Sariah
Nomor Panggil 400 BEBASAN 4:2 (2017)
Pengarang
Subjek
Penerbitan Kantor Bahasa Banten, 2017
Kata Kunci idioms · phrases · short stories · sundanese ·
 Info Lainnya
ISSN24067466
Deskripsi Fisiknone
Catatan Umumnone
VolumeVol. 4, No. 2 Desember 2017: Hal. 133-150
Akses Elektronik
Institusi Pemilik Universitas Indonesia
Lokasi Perpustakaan UI, Lantai 4, R. Koleksi Jurnal
  • Ketersediaan
  • File Digital: 0
  • Ulasan
  • Sampul
  • Abstrak
  • Tampilan MARC
Nomor Panggil No. Barkod Ketersediaan
400 BEBASAN 4:2 (2017) 03-18-951157591 TERSEDIA
Ulasan:
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 20469365
Penelitian im membahas penggunaan idiom bahasa Sunda dalam kumpulan cerpen Hayang Panggih jeung Nabi Hidir (HPJNH). Idiom sebagai bentuk ekspresi dan bumbu dalam berbahan sangat menank untuk diteliti. Penelitian ini menggunakan paradigma kualitatif untuk mengungkap bentuk, makna, dan jenis idiom bahasa Sunda dalam kumpulan cerpen HPJNH sekaligus menjadi pokok masalah dalam penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan mengidentifikasi bentuk, makna, dan jenis idiom dalam bahasa Sunda yang terdapat dalam kumpulan cerpen HPJNH. Ancangan penelitian ini menggunakan konsep Makkai (1972:22 -34) Palmer (1981:80-82), dan Alwi et al (2003:157-158). Temuannya adalah bentuk idiom dalam bahasa Sunda yang terdapat dalam kumpulan cerpen HPJNH adalah idiom frasa dan ungkapan idiomatik Idiom frasa memiliki dua bentukan, yaitu idiom frasa verbal dan idiom frasa nominal. Idiom frasa verbal dalam data hanya terdapat satu bentukan, yaitu gabungan unsur verba + unsur nomina Idiom frasa nominal dalam data terdapat dua bentukan yaitu (1) gabungan unsur nomina + unsur nomina dan (2) gabungan unsur nomina + unsur adjektiva. Gabungan unsur verba + unsur nomina banyak menggunakan jenis idiom penuh, seperti mukaeun lawang kagaiban, sedangkan yang mengandung jenis idiom sebagian adalah tukar guling. Idiom frasal nominal pada gabungan unsur nomina + unsur nomina lebih banyak menggunakan jenis idiom penuh, seperti pangupa jiwa, sedangkan jenis idiom sebagian, seperti harkat jalma. Gabungan unsur nomina + unsur adjektiva lebih banyak menggunakan jenis idiom penuh, seperti gede hulu, sedangkan jenis idiom sebagian, seperti aki-aki nyentrik.
004
020
02224067466
040LibUI ind rda
041ind
049[03-18-951157591]
053[03-18-951157591]
082
090400 BEBASAN 4:2 (2017)
100Sariah, author
110
111
240
245|a Penggunaan idiom bahasa sunda dalam kumpulan cerpen hayang panggih jeung nabi hidir / Sariah |c
246The usage of sundanese idioms on short stories hayang panggih jeung nabi hidir
250
260
260|a Serang |b Kantor Bahasa Banten |c 2017
270
300
310Dua kali setahun
321
336text (rdacontent)
337unmediated (rdamedia)
338volume (rdacarrier)
340
362
490
502
504
515
520Penelitian im membahas penggunaan idiom bahasa Sunda dalam kumpulan cerpen Hayang Panggih jeung Nabi Hidir (HPJNH). Idiom sebagai bentuk ekspresi dan bumbu dalam berbahan sangat menank untuk diteliti. Penelitian ini menggunakan paradigma kualitatif untuk mengungkap bentuk, makna, dan jenis idiom bahasa Sunda dalam kumpulan cerpen HPJNH sekaligus menjadi pokok masalah dalam penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan mengidentifikasi bentuk, makna, dan jenis idiom dalam bahasa Sunda yang terdapat dalam kumpulan cerpen HPJNH. Ancangan penelitian ini menggunakan konsep Makkai (1972:22 -34) Palmer (1981:80-82), dan Alwi et al (2003:157-158). Temuannya adalah bentuk idiom dalam bahasa Sunda yang terdapat dalam kumpulan cerpen HPJNH adalah idiom frasa dan ungkapan idiomatik Idiom frasa memiliki dua bentukan, yaitu idiom frasa verbal dan idiom frasa nominal. Idiom frasa verbal dalam data hanya terdapat satu bentukan, yaitu gabungan unsur verba + unsur nomina Idiom frasa nominal dalam data terdapat dua bentukan yaitu (1) gabungan unsur nomina + unsur nomina dan (2) gabungan unsur nomina + unsur adjektiva. Gabungan unsur verba + unsur nomina banyak menggunakan jenis idiom penuh, seperti mukaeun lawang kagaiban, sedangkan yang mengandung jenis idiom sebagian adalah tukar guling. Idiom frasal nominal pada gabungan unsur nomina + unsur nomina lebih banyak menggunakan jenis idiom penuh, seperti pangupa jiwa, sedangkan jenis idiom sebagian, seperti harkat jalma. Gabungan unsur nomina + unsur adjektiva lebih banyak menggunakan jenis idiom penuh, seperti gede hulu, sedangkan jenis idiom sebagian, seperti aki-aki nyentrik.
533
534
536
546
590
650Idioms.
653idioms; phrases; short stories; sundanese
700
710
711
850Universitas Indonesia
852Perpustakaan UI, Lantai 4, R. Koleksi Jurnal
856
866
900
902
903[]