UI - Tugas Akhir :: Kembali

UI - Tugas Akhir :: Kembali

Judul Media sosial sebagai bentuk eduksi terhadap pemelihara satwa liar jenis primata kukang (Studi kasus terhadap aktivisme akun instagram `kukangku` di Indonesia) = Social media as a form of education towards wildlife owner of kukang primate (Case study of activism `kukangku` instagram account in Indonesia)
Nomor Panggil TA-Pdf
Pengarang
Pengarang/kontributor lain
Subjek
Penerbitan Depok: Universitas Indonesia. Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, 2017
Program Studi
Kata Kunci wildlife crime · social media · primata · kukang ·
 Info Lainnya
Sumber Pengatalogan LibUI ind rda
Tipe Konten text (rdacontent)
Tipe Media computer (rdamedia)
Tipe Carrier online resources (rdacarrier)
Deskripsi Fisik xiii, 71 pages; illustration + appendix
Naskah Ringkas
Lembaga Pemilik Universitas Indonesia
Lokasi Perpustakaan UI, Lantai 3
  • Ketersediaan
  • File Digital: 1
  • Ulasan
  • Sampul
  • Abstrak
  • Tampilan MARC
Nomor Panggil No. Barkod Ketersediaan
TA-Pdf 16-18-731154624 TERSEDIA
Ulasan:
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 20468286
ABSTRAK
Kepunahan terhadap Kukang terjadi karena dampak negatif yang diciptakan oleh pemelihara Kukang di Instagram. Pemilik Kukang sering mengunggah gambar-gambar hewan peliharaannya melalui instagram. Tindakan tersebut membentuk persepsi publik bahwa Primata Kukang dapat dijadikan hewan peliharaan. Tulisan ini mencoba menganalisis gerakan sosial dari aktivisme akun Instagram Kukangku. Menurut DeLay, gerakan sosial berperan untuk mengedukasi mengenai realitas dengan nilai berbeda dari kecenderungan alamiah yang dominan. Penulis melihat kelangkaan Primata Kukang diakibatkan oleh prilaku dominan manusia. Analisis tulisan ini menggunakan aktivisme media sosial sebagai bentuk edukasi melalui tiga aspek aktivisme media sosial, meliputi; Attack Ideological Enemies, Surveil the Surveillers, Preserve Protest Artefacts. Melalui aktivisme media sosial tersebut menjadi cara yang efektif untuk mengurangi pemeliharaan Kukang di tangan masyarakat.


ABSTRACT
The extinction of slow loris is due to the negative impact created by slow loriskeepers in Instagram. Slow lorises owners often upload pictures of their pets through instagram. These actions shape public perception that slow loris can be a pet. This paper attempts to analyze the social movements of `Kukangku` instagram account activism. According to DeLay, social movement plays a role to education about alternate realities with different values than the dominant habitus. The author sees the scarcity of slow loris caused by the dominant human behavior. The analysis of this paper using social media as a form of education through three aspects of social media activism, includes Attack Ideological Enemies, Surveill the Surveillers, Preserve Protest Artefacts. `kukangku` as social media activism be an effective way to reduce pet owner slow loris in society.
004
020
022
040LibUI ind rda
041ind
049[16-18-731154624]
053[16-18-731154624]
082
090TA-Pdf
100Raden Praditya Trias Herlambang, author
110
111
240
245|a Media sosial sebagai bentuk eduksi terhadap pemelihara satwa liar jenis primata kukang (Studi kasus terhadap aktivisme akun instagram `kukangku` di Indonesia) = Social media as a form of education towards wildlife owner of kukang primate (Case study of activism `kukangku` instagram account in Indonesia) |c
246
250
260
260|a Depok |b Universitas Indonesia. Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik |c 2017
270
300xiii, 71 pages; illustration + appendix
310
321
336text (rdacontent)
337computer (rdamedia)
338online resources (rdacarrier)
340
362
490
502Karya Akhir
504pages 67-71
515
520ABSTRAK
Kepunahan terhadap Kukang terjadi karena dampak negatif yang diciptakan oleh pemelihara Kukang di Instagram. Pemilik Kukang sering mengunggah gambar-gambar hewan peliharaannya melalui instagram. Tindakan tersebut membentuk persepsi publik bahwa Primata Kukang dapat dijadikan hewan peliharaan. Tulisan ini mencoba menganalisis gerakan sosial dari aktivisme akun Instagram Kukangku. Menurut DeLay, gerakan sosial berperan untuk mengedukasi mengenai realitas dengan nilai berbeda dari kecenderungan alamiah yang dominan. Penulis melihat kelangkaan Primata Kukang diakibatkan oleh prilaku dominan manusia. Analisis tulisan ini menggunakan aktivisme media sosial sebagai bentuk edukasi melalui tiga aspek aktivisme media sosial, meliputi; Attack Ideological Enemies, Surveil the Surveillers, Preserve Protest Artefacts. Melalui aktivisme media sosial tersebut menjadi cara yang efektif untuk mengurangi pemeliharaan Kukang di tangan masyarakat.
ABSTRACT
The extinction of slow loris is due to the negative impact created by slow loriskeepers in Instagram. Slow lorises owners often upload pictures of their pets through instagram. These actions shape public perception that slow loris can be a pet. This paper attempts to analyze the social movements of `Kukangku` instagram account activism. According to DeLay, social movement plays a role to education about alternate realities with different values than the dominant habitus. The author sees the scarcity of slow loris caused by the dominant human behavior. The analysis of this paper using social media as a form of education through three aspects of social media activism, includes Attack Ideological Enemies, Surveill the Surveillers, Preserve Protest Artefacts. `kukangku` as social media activism be an effective way to reduce pet owner slow loris in society.
533
534
536
546Bahasa Indonesia
590[Unggah UI-ANA-11]
650Social media.; Wildlife crimes.
653wildlife crime; social media; primata; kukang
700Arthur Josias Simon Runturambi, supervisor; Vinita Susanti, examiner; Yogo Tri Hendiarto, examiner
710Universitas Indonesia. Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik
711
850Universitas Indonesia
852Perpustakaan UI, Lantai 3
856lib.ui.ac.id/unggah/?q=system/files/node/2017/1/r.praditya21/r.praditya_trias_herlambang-karya_akhir-fakultas_ilmu_sosial_politik-full_text-.pdf
866
900
902
903[]