UI - Laporan Penelitian :: Kembali

UI - Laporan Penelitian :: Kembali

Judul Efek ekstrak bunga Cengkeh (Syzygium aromaticum) terhadap kultur In-vitro Methicillin-Resistant Staphylococcus Aureus (MRSA) = Influence of Clove (Syzygium aromaticum) Flower Bud Extract on the growth of an In-vitro Culture of Methicillin-Resistant Staphylococcus Aureus (MRSA) / Naivedh Bhat
Nomor Panggil LP-pdf
Pengarang
Pengarang/kontributor lain
Subjek
Penerbitan 2017
Program Studi
Kata Kunci syzygium aromaticum · mrsa · mic · mbc ·
 Info Lainnya
Sumber Pengatalogan LibUI eng rda
Tipe Konten text (rdacontent)
Tipe Media unmedited (rdamedia)
Tipe Carrier online resource (rdacarrier)
Deskripsi Fisik viii, 30 pages : illustration ; 28 cm + appendix
Lembaga Pemilik Universitas Indonesia
Lokasi Perpustakaan UI, Lantai 3
  • Ketersediaan
  • File Digital: 1 (Membership)
  • Ulasan
  • Sampul
  • Abstrak
  • Tampilan MARC
Nomor Panggil No. Barkod Ketersediaan
LP-pdf 09-18-768370689 TERSEDIA
Ulasan:
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 20465557
ABSTRAK
Indonesia adalah negara yang selalu menghadapi ancaman dari penyakitan inkesius, sama seperti negara tropis lain. Kuman-kuman yang menyebabkan penyakit tersebut, telah menjadi resisten. Ancaman dari kuman resisten telah berkembang, dan obat herbal harus dianggap sebagai salah satu obat alternatif. Indonesia adalah negara yang kultural dan mempunyai kekayaan tanaman dan rempah-rempah. Rempah-rempah ini bisa ditemui dimana-mana, dan dipakai oleh mayoritas masyarakat. Cengkeh Syzygium aromaticum , yang sering dipakai untuk mengobati infeksi local, adalah salah satu contohnya. Efeknya Syzygium aromaticum terhadap Methicillin-resistent Staphylococcus aureus, salah satu kuman etiologinya infeksi lokal dan sistemik, harus dipelajari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efeknya ekstrak Syzygium aromaticum terhadap kultur Methicillin resistent Staphylococcus aureus MRSA . Penelitian ini mengunakan methode eksperimental. Parameter yang diukur di penelitian ini adalah Minimum Inhibitory Concentration MIC dan Minimum Bactericidal Concentration MBC . Methode yang digunakan untuk mencari konsentrasi minimal dibutuhkan untuk inhibisi bakteri MIC adalah broth dilution. Sampel dari broth dilution akan di inokulasi pada media agar, dan konsentrasi minimal dibutuhkan untuk membunuhi bakteri MBC akan bisa diukur. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ekstrak bunga cengkeh Syzygium aromaticum mempunyai efek antimikrobial terhadap MRSA dan S aureus. MRSA MIC: 0.3906 , MBC: 0.3906 juga lebih sensitif terhadap extrak cengkeh, dibandingkan S aureus MIC: 0.7813 , MBC: 0.7813


ABSTRACT
Indonesia is under threat from infectious diseases. In addition, the microbes, which can be eliminated by common antibiotics, have become resistant. In response to antimicrobial resistance, the option of alternative medicine is also one that must be considered. Medicinal herbs are ubiquitously found and used by the people of Indonesia. The clove plant Syzygium aromaticum used in the study, is culturally used to relieve local infections. The purpose of the research is to investigate the effect of the extract of clove bud Syzygium aromaticum against cultured Methicillin resistant Staphylococcus aureus MRSA . This is an experimental research to determine the effect of Clove S aromaticum on MRSA culture in vitro. The parameters being measured are the Minimum Inhibitory Concentration MIC and Minimum Bactericidal Concentration MBC . Using the broth microdilution method, we can semi quantitatively find the minimum concentration required to suppress the growth of bacteria, and then streaking the samples on agar media can determine the minimum concentration required to eliminate the microbe entirely. The research revealed that Clove Syzygium aromaticum bud extract has antimicrobial properties against MRSA and Staphylococcus aureus. MRSA MIC 0.3906 , MBC 0.3906 is more susceptible to aqueous clove extract, compared to Staphylococcus aureus MIC 0.7813 , MBC 0.7813 .
004
020
022
040LibUI eng rda
041eng
049[09-18-768370689]
053[09-18-768370689]
082
090LP-pdf
100Naivedh Bhat, author
110
111
240
245|a Efek ekstrak bunga Cengkeh (Syzygium aromaticum) terhadap kultur In-vitro Methicillin-Resistant Staphylococcus Aureus (MRSA) = Influence of Clove (Syzygium aromaticum) Flower Bud Extract on the growth of an In-vitro Culture of Methicillin-Resistant Staphylococcus Aureus (MRSA) / Naivedh Bhat |c
246
250
260
260|a |b |c 2017
270
300viii, 30 pages : illustration ; 28 cm + appendix
310
321
336text (rdacontent)
337unmedited (rdamedia)
338online resource (rdacarrier)
340
362
490
500Dapat diakses di UIANA (lib.ui.ac.id) saja. -
502Skripsi
504pages 25-28
515
520ABSTRAK
Indonesia adalah negara yang selalu menghadapi ancaman dari penyakitan inkesius, sama seperti negara tropis lain. Kuman-kuman yang menyebabkan penyakit tersebut, telah menjadi resisten. Ancaman dari kuman resisten telah berkembang, dan obat herbal harus dianggap sebagai salah satu obat alternatif. Indonesia adalah negara yang kultural dan mempunyai kekayaan tanaman dan rempah-rempah. Rempah-rempah ini bisa ditemui dimana-mana, dan dipakai oleh mayoritas masyarakat. Cengkeh Syzygium aromaticum , yang sering dipakai untuk mengobati infeksi local, adalah salah satu contohnya. Efeknya Syzygium aromaticum terhadap Methicillin-resistent Staphylococcus aureus, salah satu kuman etiologinya infeksi lokal dan sistemik, harus dipelajari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efeknya ekstrak Syzygium aromaticum terhadap kultur Methicillin resistent Staphylococcus aureus MRSA . Penelitian ini mengunakan methode eksperimental. Parameter yang diukur di penelitian ini adalah Minimum Inhibitory Concentration MIC dan Minimum Bactericidal Concentration MBC . Methode yang digunakan untuk mencari konsentrasi minimal dibutuhkan untuk inhibisi bakteri MIC adalah broth dilution. Sampel dari broth dilution akan di inokulasi pada media agar, dan konsentrasi minimal dibutuhkan untuk membunuhi bakteri MBC akan bisa diukur. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ekstrak bunga cengkeh Syzygium aromaticum mempunyai efek antimikrobial terhadap MRSA dan S aureus. MRSA MIC: 0.3906 , MBC: 0.3906 juga lebih sensitif terhadap extrak cengkeh, dibandingkan S aureus MIC: 0.7813 , MBC: 0.7813
ABSTRACT
Indonesia is under threat from infectious diseases. In addition, the microbes, which can be eliminated by common antibiotics, have become resistant. In response to antimicrobial resistance, the option of alternative medicine is also one that must be considered. Medicinal herbs are ubiquitously found and used by the people of Indonesia. The clove plant Syzygium aromaticum used in the study, is culturally used to relieve local infections. The purpose of the research is to investigate the effect of the extract of clove bud Syzygium aromaticum against cultured Methicillin resistant Staphylococcus aureus MRSA . This is an experimental research to determine the effect of Clove S aromaticum on MRSA culture in vitro. The parameters being measured are the Minimum Inhibitory Concentration MIC and Minimum Bactericidal Concentration MBC . Using the broth microdilution method, we can semi quantitatively find the minimum concentration required to suppress the growth of bacteria, and then streaking the samples on agar media can determine the minimum concentration required to eliminate the microbe entirely. The research revealed that Clove Syzygium aromaticum bud extract has antimicrobial properties against MRSA and Staphylococcus aureus. MRSA MIC 0.3906 , MBC 0.3906 is more susceptible to aqueous clove extract, compared to Staphylococcus aureus MIC 0.7813 , MBC 0.7813 .
533
534
536
546Bahasa Ingrris
590[Unggah UI-ANA-11]
650Clove tree; Staphylococcus aureus
653syzygium aromaticum; mrsa; mic; mbc
700Ariyani Kiranasari, supervisor; Saptawati Bardosono, examiner
710Universitas Indonesia. Fakultas Kedokteran
711
850Universitas Indonesia
852Perpustakaan UI, Lantai 3
856lib.ui.ac.id/unggah/?q=system/files/node/2017/1/naivedh.bhat/naivedh_bhat-skripsi-fakultas_kedokteran-full_text-2018_1.pdf
866
900
902
903[]