Naskah :: Kembali

Naskah :: Kembali

Judul Suluk seh sarip
Nomor Panggil PW.120-L 21.18
Pengarang
Subjek
Penerbitan [Place of publication not identified]: [publisher not identified], [date of publication not identified]
Kata Kunci Seh Junub · Bagdad · kesempurnaan hidup · Pangeran Santang · pengembaraan · Sunan Ampel Gading · Sunan Bonang · penyebaran agama Islam · Demak · Majapahit · Sunan Kalijaga · Sarip Idayat ·
 Info Lainnya
Sumber Pengatalogan LibUI jav rda
Tipe Konten text(rdacontent)
Tipe Media unmedited (rdamedia); computer (rdamedia)
Tipe Carrier volume (rdacarrier); online resource (rdacarrier)
Deskripsi Fisik 5 pages;35 baris/hlm;34.7x22cm
Catatan Umum Aksara latin; prosa; ditulis di atas kertas bergaris; rol 217.06
Lembaga Pemilik Universitas Indonesia
Lokasi Perpustakaan UI, Lantai 2
  • Ketersediaan
  • File Digital: 1
  • Ulasan
  • Sampul
  • Abstrak
  • Tampilan MARC
Nomor Panggil No. Barkod Ketersediaan
PW.120-L 21.18 00071763 TERSEDIA
Ulasan:
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 20451234
Naskah ini merupakan ringkasan dari suatu naskah yang diperoleh Dr. H. Kraemer dan J. van de Weg di Juntikulon Cirebon. RIngkasan teks ini dikerjakan oleh Mandrasastra pada bulan Agustus 1934 di Yogyakarta (h.i). Tidak ditemukan keterangan tentang keberadaan naskah induk tersebut.
Teks yang diberi judul Suluk Seh Sarip tuwin Darmagandhul ini, diawali dengan kisah Seh Jumb di Bagdad yang mengajarkan kepada para muridnya mengenai kesempurnaan hidup, dilanjutkan dengan pengembaraan Pangeran Santang bersama tujuh orang istrinya ke Pulau Jawa. Seh Sarip salah seorang putra raja Bagdad, mengembara dan berguru pada berbagai syeikh, bertanya tentang asal mula ruh, arwah, dan hancurnya jasad, hingga Seh Sarip berguru pada Sunan Ampel Gading. Teks ini diakhiri dengan suatu kisah yang mirip dengan teks Darmagandhul (lihat pupuh 15-19), menceritakan perjalanan Sunan Bonang yang menyebarkan agama Islam, dan Sultan Demak yang mengalahkan Majapahit. Diceritakan pula tentang raja Majapahit yang masuk Islam atas ajakan Sunan Kalijaga.
Keterangan mengenai nama Sarip, atau dikenal dengan Sarip Idayat dapat dijumpai di Pigeaud 1970:250 yang menerangkan bahwa beliau adalah anak dari Rara Santang. Dalam MSB/S.146 juga disinggung mengenai tokoh bernama Seh Sarip. Namun apakah teks ini ada hubungan dengan keterangan mengenai Sarip Idayat, perlu penelitian lebih lanjut.[11]
004
020
022
040LibUI jav rda
041jav
049[00071763]
053[00071763]
082PW.120-L 21.18
090
100Raden Mandrasastra, author
110
111
240
245|a Suluk seh sarip |c
246
250
260
260|a [Place of publication not identified] |b [publisher not identified] |c [date of publication not identified]
270
3005 pages;35 baris/hlm;34.7x22cm
310
321
336text(rdacontent)
337unmedited (rdamedia); computer (rdamedia)
338volume (rdacarrier); online resource (rdacarrier)
340
362
490
500Aksara latin; prosa; ditulis di atas kertas bergaris; rol 217.06
502
504
515
520Naskah ini merupakan ringkasan dari suatu naskah yang diperoleh Dr. H. Kraemer dan J. van de Weg di Juntikulon Cirebon. RIngkasan teks ini dikerjakan oleh Mandrasastra pada bulan Agustus 1934 di Yogyakarta (h.i). Tidak ditemukan keterangan tentang keberadaan naskah induk tersebut. Teks yang diberi judul Suluk Seh Sarip tuwin Darmagandhul ini, diawali dengan kisah Seh Jumb di Bagdad yang mengajarkan kepada para muridnya mengenai kesempurnaan hidup, dilanjutkan dengan pengembaraan Pangeran Santang bersama tujuh orang istrinya ke Pulau Jawa. Seh Sarip salah seorang putra raja Bagdad, mengembara dan berguru pada berbagai syeikh, bertanya tentang asal mula ruh, arwah, dan hancurnya jasad, hingga Seh Sarip berguru pada Sunan Ampel Gading. Teks ini diakhiri dengan suatu kisah yang mirip dengan teks Darmagandhul (lihat pupuh 15-19), menceritakan perjalanan Sunan Bonang yang menyebarkan agama Islam, dan Sultan Demak yang mengalahkan Majapahit. Diceritakan pula tentang raja Majapahit yang masuk Islam atas ajakan Sunan Kalijaga. Keterangan mengenai nama Sarip, atau dikenal dengan Sarip Idayat dapat dijumpai di Pigeaud 1970:250 yang menerangkan bahwa beliau adalah anak dari Rara Santang. Dalam MSB/S.146 juga disinggung mengenai tokoh bernama Seh Sarip. Namun apakah teks ini ada hubungan dengan keterangan mengenai Sarip Idayat, perlu penelitian lebih lanjut.[11]
533
534
536
546
590
650Personal life--Handbooks, manual, etc; Islamic stories
653Seh Junub; Bagdad; kesempurnaan hidup; Pangeran Santang; pengembaraan; Sunan Ampel Gading; Sunan Bonang; penyebaran agama Islam; Demak; Majapahit; Sunan Kalijaga; Sarip Idayat
700
710
711
850Universitas Indonesia
852Perpustakaan UI, Lantai 2
856
866
900[15/05/2017]
902[]
903[]