UI - Makalah dan Kertas Kerja :: Kembali

UI - Makalah dan Kertas Kerja :: Kembali

Judul Menegakkan kewibawaan almamater universitas bukan pasar loak
Nomor Panggil Makalah-3
Subjek
Penerbitan 27247, 1983
Kata Kunci Almamater, University, Flea Market ·
 Info Lainnya
Sumber Pengatalogan none
Tipe Konten none
Tipe Media none
Tipe Carrier none
Deskripsi Fisik none
Lembaga Pemilik none
Lokasi
  • Ketersediaan
  • File Digital: 1
  • Ulasan
  • Sampul
  • Abstrak
  • Tampilan MARC
Nomor Panggil No. Barkod Ketersediaan
Makalah-3 TERSEDIA
Ulasan:
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 100900
Pada awal masa tugas saya, pada bulan Februari 1982, Pimpinan Universitas Indonesia telah mencanangkan suatu gerakan yang saya beri nama "Menegakkan Kewibawaan Almamater". Isi gerakan itu ialah usaha untuk sejauh mungkin bertumpu kepada sumberdaya (manusia) Universitas Indonesia sendiri dalam segala kegiatan intrakurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler (terutama untuk kuliah, ceramah, seminar, simposium serta diskusi-diskusi lainnya).



Hanya jika jelas-jelas Universitas Indonesia tidak mempunyai tenaga pada suatu bidang tertentu, maka akan didatangkan tenaga dari luar demi kemajuan Universitas Indonesia untuk memberikan exposure kepada tenaga-tenaga Universitas Indonesia. Hal ini terutama menyangkut tenaga-tenaga profesional. Dan memang mengenai usaha mendatangkan tenaga-tenaga profesional yang sungguh-sungguh, jarang sekali timbul masalah di dalam usaha "Menegakkan Kewibawaan Almamater" ini.



Masalah yang sering timbul adalah di bidang kokurikuler apalagi di bidang ekstrakurikuler. Terutama di bidang ekstrakurikuler pernah ada gejala yang luas di kalangan mahasiswa yang dipengaruhi oleh kaum anarkis, bahwa oknum-oknum di dalam kampus Universitas Indonesia bertindak sebagai agen bagi kekuatan di luar Universitas Indonesia untuk meniup-niup sesuatu issue dari luar di dalam kampus Universitas Indonesia dengan jalan secara sistematis mengundang masuk eksponen luar itu.



Dengan demikian, jelas bahwa Universitas Indonesia sematamata dijadikan pasar /oak yang menjual issue-issue dari luar yang sudah loyo dan kurang laku. Dengan prestise Universitas Indonesia diharapkan, bahwa issue-issue itu akan memperoleh perhatian kembali dari masyarakat luas. Hal semacam itu semasa dominasi anarkisme, sangat lazim di lingkungan kampus kita dan patut disesalkan bahwa ada oknum-oknum Universitas Indonesia yang tidak punya rasa malu untuk "menjual" Almamaternya kepada kepentingan-kepentingan eksternal itu.
004
020
022
040
041Bahasa Indonesia
049
053
082
090[Makalah-3]
100
110
111
240
245|a Menegakkan kewibawaan almamater universitas bukan pasar loak |c
246
250
260
260|a |b 27247 |c 1983
270
300
310
321
336
337
338
340
362
490
500
502
504
515
520Pada awal masa tugas saya, pada bulan Februari 1982, Pimpinan Universitas Indonesia telah mencanangkan suatu gerakan yang saya beri nama "Menegakkan Kewibawaan Almamater". Isi gerakan itu ialah usaha untuk sejauh mungkin bertumpu kepada sumberdaya (manusia) Universitas Indonesia sendiri dalam segala kegiatan intrakurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler (terutama untuk kuliah, ceramah, seminar, simposium serta diskusi-diskusi lainnya).

Hanya jika jelas-jelas Universitas Indonesia tidak mempunyai tenaga pada suatu bidang tertentu, maka akan didatangkan tenaga dari luar demi kemajuan Universitas Indonesia untuk memberikan exposure kepada tenaga-tenaga Universitas Indonesia. Hal ini terutama menyangkut tenaga-tenaga profesional. Dan memang mengenai usaha mendatangkan tenaga-tenaga profesional yang sungguh-sungguh, jarang sekali timbul masalah di dalam usaha "Menegakkan Kewibawaan Almamater" ini.

Masalah yang sering timbul adalah di bidang kokurikuler apalagi di bidang ekstrakurikuler. Terutama di bidang ekstrakurikuler pernah ada gejala yang luas di kalangan mahasiswa yang dipengaruhi oleh kaum anarkis, bahwa oknum-oknum di dalam kampus Universitas Indonesia bertindak sebagai agen bagi kekuatan di luar Universitas Indonesia untuk meniup-niup sesuatu issue dari luar di dalam kampus Universitas Indonesia dengan jalan secara sistematis mengundang masuk eksponen luar itu.

Dengan demikian, jelas bahwa Universitas Indonesia sematamata dijadikan pasar /oak yang menjual issue-issue dari luar yang sudah loyo dan kurang laku. Dengan prestise Universitas Indonesia diharapkan, bahwa issue-issue itu akan memperoleh perhatian kembali dari masyarakat luas. Hal semacam itu semasa dominasi anarkisme, sangat lazim di lingkungan kampus kita dan patut disesalkan bahwa ada oknum-oknum Universitas Indonesia yang tidak punya rasa malu untuk "menjual" Almamaternya kepada kepentingan-kepentingan eksternal itu.
533
534
536
546
590
650UNIVERSITIES AND COLLEGES
653Almamater, University, Flea Market
700
710
711
850
852
856
866
900
902
903